9 Tips Urus KPR Mudah dan Cepat Disetujui

September 30, 2020



Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah salah satu cara terbaik untuk Anda yang ingin segera mempunyai rumah idaman. Namun, yang menjadi masalah adalah tidak jarang proses pengajuan KPR itu rumit dan butuh proses yang lama. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa mengikuti tips mengurus KPR mudah dan cepat agar proses pengajuan cepat disetujui. 

1. Sadar Kemampuan

Meski sistem KPR memfasilitasi proses pembayaran, namun perlu diperhatikan kemampuan finansial Anda. Ini karena uang muka yang harus Anda bayarkan tidak dibiayai oleh bank. Anda harus membayar dengan kantong Anda sendiri. Umumnya uang muka ini antara 20 dan 30% dari harga jual. 

Biasanya, beberapa bank juga memberlakukan peraturan bahwa total pendapatan Anda 3 kali lebih besar dari cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulan. Jangan sampai keuangan Anda memburuk karena Anda harus membayar cicilan secara rutin.

2. Perbaiki Kondisi Keuangan 

Selain sadar dengan kemampuan, pastikan Anda tidak berhutang saat mengajukan KPR. Apalagi, jangan sampai Anda masuk dalam daftar gelap Bank Indonesia untuk tagihan yang harus dibayar. Tidak hanya itu, jika memungkinkan, jika Anda sedang dalam proses mengkredit barang lain, jangan sampai Anda menunggak pembayaran kredit tersebut.

3. Kumpulkan Informasi Awal

Setelah Anda sadar akan kemampuan finansial Anda. jangan terburu-buru untuk segera mengajukan KPR. Anda bisa mencari berbagai informasi tentang informasi  KPR yang dapat ditemukan di Internet. Temukan semua informasi yang Anda butuhkan, seperti proses pengajuan, besarnya bunga dan cicilan, serta jumlah denda. 

4. Buat Perbandingan Awal

Setelah Anda memiliki beberapa informasi, jangan lupa untuk membuat perbandingan antara satu bank dengan bank lainnya. Pada tahap ini, Anda harus memiliki setidaknya dua atau tiga bank yang dapat menerima pengajuan KPR. Dengan begini, jika mendapat penolakan dari bank pertama, Anda bisa mengajukan ke bank lain. Rekomendasi Bank terbaik adalah Bank BTN. 

5. Datangi Bank dengan Percaya Diri

Datang ke Bank BTN dengan penampilan rapi dan pemahaman yang memadai tentang KPR yang ingin Anda gunakan. Tanyakan kepada petugas Bank secara detail tentang berbagai hal yang mungkin dianggap penting mengenai KPR tersebut. Sehingga semua informasi yang sudah Anda cari sebelumnya dapat terverifikasi dengan benar. 

Misalnya jumlah dana cicilan yang bisa diperoleh, jumlah uang muka yang harus Anda siapkan, jumlah bunga dan jangka waktu pinjaman untuk KPR yang ingin Anda ambil. Jangan lupa untuk menanyakan tentang biaya yang akan timbul jika KPR sudah disetujui oleh Bank.

6. Memilih Layanan Terbaik

Bank BTN akan memberikan pelayanan terbaik. Karena, KPR nantinya akan menjadi kewajiban yang harus Anda tanggung dalam rentan waktu yang sangat panjang. Selain itu, Bank BTN juga menawarkan berbagai promo yang bisa Anda gunakan selama proses pengajuan KPR. Sehingga proses pengajuan KPR mudah dan cepat disetujui. 

7. Lengkapi Persyaratan KPR

Ada banyak persyaratan dokumen yang dibutuhkan bank saat mengajukan KPR. Jenis dokumen ini terdiri dari dokumen pribadi, pendapatan dan bukti kepemilikan rumah yang akan dijadikan subjek transaksi. Ketentuan umum pengajuan KPR yang biasanya diminta oleh bank disajikan lebih detail di bawah ini.

- Fotokopi KTP (Suami dan Istri)

- Fotokopi KK (Kartu Keluarga) Asli, Surat keterangan kerja dan juga Slip gaji

- Fotokopi Rekening koran selama 3 bulan terakhir

- Fotokopi NPWP Pribadi / SPT PPH 21 

Selain itu, juga siapkan Dokumen Jaminan Properti, yang meliputi: sertifikat, IMB, PBB, dan dokumen lain yang terkait dengan legalitas rumah yang dibeli. Prosesnya akan lebih cepat jika pengembang rumah yang akan dibeli bekerja sama dengan pihak bank. Karena biasanya pihak bank memeriksa legalitas pengembang. 

Pengambilan pinjaman dari bank yang bekerja sama dengan pengembang juga relatif mudah. Apalagi jika kondisi rumah masih indent atau belum selesai dibangun, biasanya hanya bank yang sudah bermitra dengan developer yang mau memberikan KPR. Salah satu bank yang mempunyai kerja sama dengan banyak pengembang properti adalah Bank BTN.

8. Bersih BI Checking

Bank cukup ketat dengan data catatan Bank Indonesia (BI Checking). Jika pinjaman Anda terlambat, bank Anda kemungkinan besar akan menolak pengajuan pinjaman Anda. Karena itu, pastikan riwayat kredit Anda bersih sebelum mengajukan KPR. 

Jika Anda merasa menunggak. Segera selesaikan tunggakan tersebut ke bank atau lembaga keuangan terkait yang bisa mengetahui status catatan BI Anda secara online. Dengan begitu, nama Anda akan terbebas dari BI Checking dan proses pengajuan KPR akan semakin lancar.

9. KPR Disetujui dan Proses Akad

Bank biasanya menunjuk notaris untuk menangani semua persyaratan, namun Anda sebagai calon pembeli rumah juga harus membayar sejumlah biaya. Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen akta jual beli (AJB), perjanjian kredit (PK), akta pemberian hak tanggungan (APHT), pajak, biaya transfer, cek sertifikat, dan lainnya. 

Kemudian tandatangani perjanjian pinjaman. Proses ini berlangsung di hadapan notaris dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Beberapa pihak yang harus hadir saat penandatanganan perjanjian pinjaman antara lain: pembeli, penjual, perwakilan bank, notaris. Jika semua proses berjalan lancar, perjanjian akan ditandatangani dan bank akan mentransfer dana ke penjual. 

Sementara itu, notaris akan menangani proses penyerahan Akta Nama kepada pemilik baru rumah tersebut. Surat juga diserahkan oleh notaris kepada bank dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai jaminan pinjaman dan biasanya berlangsung tiga sampai enam bulan sejak perjanjian pinjaman berakhir.

Seperti itulah 9 tips untuk proses pengajuan KPR mudah dan cepat disetujui. Dengan mengikuti semua tips di atas, besar kemungkinan proses pengajuan KPR akan lebih lancar dan tidak akan rumit. Sehingga kemungkinan Anda ditolak oleh bank akan semakin kecil. 


Artikel Terkait

Previous
Next Post »